Terjemahan Matan Ushul Tsalatsah, Bag 2: Macam Ibadah – Dalil Nadzr

0
63

Terjemahan Matan Ushul Tsalatsah, Bag 2: Macam Ibadah – Dalil Nadzr

وَأَنْوَاعُ الْعِبَادَةِ الَّتِيْ أَمَرَ اللهُ بِهَا, مِثْلُ: الْإِسْلَامِ, وَالْإِيْمَانِ، وَالْإِحْسَانِ، وَمِنْهُ: الدُّعَاءُ, وَالْخَوْفُ, وَالرَّجَاءُ, وَالتَّوَكُّلُ, وَالرَّغْبَةُ، وَالرَّهْبَةُ، وَالْخُشُوْعُ، وَالْخَشْيَةُ، وَالإِنَابَةُ، وَالِاسْتِعَانَةُ، والِاسْتِعَاذَةُ، وَالِاسْتِغَاثَةُ، وَالذَّبْحُ، وَالنَّذْرُ، وَغَيْرُ ذَلِكَ مِنَ الْعِبَادَةِ الَّتِيْ أَمَرَ اللهُ بِهَا, كُلُّهَا لِلَّهِ

Dan macam-macam ibadah yang Allah perintahkan, seperti: islam, iman, dan ihsan, dan di antaranya: berdoa, takut, berharap, bertawakkal, minat, cemas, khusyu’, khawatir, kembali (bertaubat), memohon pertolongan, berlindung, meminta pertolongan saat genting, menyembelih, bernadzar, dan selain itu yang merupakan ibadah yang Allah perintahkan dengannya, semuanya hanya untuk Allah.

وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  وَأَنَّ ٱلۡمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدۡعُواْ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدٗا  ١٨ [الجن:18]

Dalilnya firman Allah Ta’ala, “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah milik Allah. Maka janganlah kalian menyembah apa pun di dalamnya selain Allah”. (Q.S. Al-Jin 72:18).

فَمَنْ صَرَفَ مِنْهَا شَيْئًا لِغَيْرِ اللهِ فَهُوَ مُشْرِكٌ كَافِرٌ

Barang siapa yang memalingkan ibadah itu kepada selain Allahو maka dia musyrik kafir.

وَالدَّلِيْلُ

Dan dalilnya:

قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  وَمَن يَدۡعُ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ لَا بُرۡهَٰنَ لَهُۥ بِهِۦ فَإِنَّمَا حِسَابُهُۥ عِندَ رَبِّهِۦٓۚ إِنَّهُۥ لَا يُفۡلِحُ ٱلۡكَٰفِرُونَ ١١٧  [ المؤمنون:117]

Firman Allah Ta’ala, “Dan barang siapa menyembah tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sesungguhnya orang-orang kafir itu tidak akan beruntung”. (Q.S. Al-Mu’minun 23:117).

وَفِي الْحَدِيْثِ: ((الدُّعَاءُ مُخُّ الْعِبَادَةِ))

Dan dalam sebuah hadits, “Doa adalah otaknya ibadah”.

وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  وَقَالَ رَبُّكُمُ ٱدۡعُونِيٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَسۡتَكۡبِرُونَ عَنۡ عِبَادَتِي سَيَدۡخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ  ٦٠  [غافر:60]

Dan dalilnya (berdoa) firman Allah Ta’ala, “Dan Tuhan kalian berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagi kalian. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina.’” (Q.S. Ghafir 40:60).

وَدَلِيْلُ الْخَوْفِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  فَلَا تَخَافُوهُمۡ وَخَافُونِ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ ١٧٥  [آل عمران:175]

Dan dalil khauf (takut) firman Allah Ta’ala, “Maka janganlah kalian takut kepada mereka, tetapi takutlah kepada-Ku, jika kalian orang-orang beriman.” (Q.S. Ali ‘Imran 3:175).

وَدَلِيْلُ الرَّجَاءِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلٗا صَٰلِحٗا وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدَۢا  ١١٠  [الكهف:110]

Dan dalil roja’ (harap) firman Allah Ta’ala, “Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.” (Q.S. Al-Kahfi 18:110).

وَدَلِيْلُ التَّوَكُّلِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  وَعَلَى ٱللَّهِ فَتَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّؤۡمِنِينَ  ٢٣  [المائدة:23], وَقَوْلُهُ:  وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۚ ٣  [الـطلاق:3]

Dan dalil tawakkal firman Allah Ta’ala: “Dan kepada Allahlah kalian bertawakkal jika kalian benar-benar beriman.” (Q.S. al-Maidah 5:23). “Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah maka Dia mencukupkan keperluannya.” (Q.S. At-Thalaq 65:3).

وَدَلِيْلُ الرَّغْبَةِ وَالرَّهْبَةِ وَالْخُشُوْعِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  إِنَّهُمۡ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبٗا وَرَهَبٗاۖ وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ  ٩٠   [الأنبياء:90]

Dan dalil rahgbah (minat), rahbah (cemas), dan khusyu’ (tunduk) firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya mereka itu senantiasa berlomba-lomba dalam mengerjakan kebaikan-kebaikan serta mereka berdoa kepada kami dengan penuh minat kepada rahmat Kami dan cemas akan siksa Kami, sedang mereka itu selalu tunduk hanya kepada Kami.” (Q.S. Al-Anbiyaa’ 21:90).

وَدَلِيْلُ الْخَشْيَةِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:   فَلَا تَخۡشَوۡهُمۡ وَٱخۡشَوۡنِي ١٥٠ [البقرة:150]

Dan dalil khasy-yah (khawatir) firman Allah Ta’ala, “Maka janganlah kalian khawatir kepada mereka, tetapi khawatirlah (takut) kepada-Ku.” (Q.S. Al-Baqarah 2:150).

وَدَلِيْلُ الْإِنَابَةِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  وَأَنِيبُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّكُمۡ وَأَسۡلِمُواْ لَهُ ٥٤ [الزمر:54]

Dan dalil Inabah (kembali kepada Allah) firman Allah Ta’ala, “Dan kembalilah kalian kepada Tuhan kalian serta berserah dirilah kepada-Nya.” (Q.S. Az-Zumar 39:54).

وَدَلِيْلُ الِاسْتِعَانَةِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ  ٥ [الفاتحة:5]

Dan dalil isti’anah (memohon pertolongan), “Hanya kepada Engkau-lah kami beribadah dan hanya kepada Engkau-lah kami memohon pertolongan.” (Q.S. Al-Faatihah 1:4).

وَفِي الْحَدِيْثِ: ((إِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللهِ)) .

Dan dalam hadits, “Apabila engkau memohon pertolongan, maka memohonlah pertolongan kepada Allah.”

وَدَلِيْلُ الِاسْتِعَاذَةِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ  ١ مَلِكِ ٱلنَّاسِ  ٢  [الـناس:1-2]

 Dalil isti’adzah (meminta perlindungan), “Katakanlah : aku berlindung kepada Tuhan manusia, Penguasa manusia.” (Q.S. An-Naas 114:1-2).

وَدَلِيْلُ الِاسْتِغَاثَةِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  إِذۡ تَسۡتَغِيثُونَ رَبَّكُمۡ فَٱسۡتَجَابَ لَكُمۡ  ٩ [الأنفال:9]

Dan dalil istighatsah (meminta pertolongan untuk dimenangkan atau diselamatkan) firman Allah Ta’ala, “Ingatlah takkala kalian meminta pertolongan kepada Rabb kalian (untuk dimenangkan atas kaum musyrikin), lalu diperkenankan-Nya bagi kalian.” (Q.S. Al-Anfaal 8:9)

وَدَلِيْلُ الذَّبْحِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ  ١٦٢ لَا شَرِيكَ لَهُۥۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرۡتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ  ١٦٣  [الأنعام:162-163]

Dan dalil dzabh (menyembelih), “Katakanlah : Sesungguhnya sholatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah Tuhan semesta alam, tiada sesuatupun sekutu bagi-Nya. Demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama kali berserah diri kepada-Nya.” (Q.S. Al-An’am 6:162-163).

وَمِنَ السُّنَّةِ: لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

Dan dalil dari sunnah, “Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah.”

وَدَلِيْلُ النَّذْرِ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  يُوفُونَ بِٱلنَّذۡرِ وَيَخَافُونَ يَوۡمٗا كَانَ شَرُّهُۥ مُسۡتَطِيرٗا  ٧  [الإنسان:7]

Dalil nadzar firman Allah Ta’ala, “Mereka menunaikan nadzar dan takut akan suatu hari yang siksanya merata di mana-mana.” (Q.S. Al-Insaan 76:7).

***

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini