Terjemahan Matan Ushul Tsalatsah, Bag 1: Awal – Perkataan Ibnu Katsir

1
67

Terjemahan Matan Ushul Tsalatsah, Bag 1: Awal – Perkataan Ibnu Katsir

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan nama  Allah Yang Maha Pengasih Lagi Maha Penyayang

اِعْلَمْ -رَحِمَكَ اللهُ- أَنَّهُ يَجِبُ عَلَيْنَا تَعَلُّمُ أَرْبَعِ مَسَائِلَ

Ketahuilah -semoga Allah merahmatimu- bahwa wajib bagi kita mempelajari 4 perkara:

الأُوْلَى: الْعِلْمُ, وَهُوَ مَعْرِفَةُ اللهِ، وَمَعْرِفَةُ نَبِيِّهِ، وَمَعْرِفَةُ دِيْنِ الْإِسْلَامِ بِالْأَدِلَّةِ

Pertama: ilmu, yaitu  mengenal Allah, mengenal Nabi-Nya, dan mengenal agama Islam disertai dalil-dalil.

الثَّانِيَةُ: الْعَمَلُ بِهِ

Kedua: Mengamalkannya.

الثَّالِثَةُ: الدَّعْوَةُ إِلَيْهِ

Ketiga: Mendakwahkannya.

الرَّابِعَةُ: الصَّبْرُ عَلَى الْأَذَى فِيْهِ

Keempat: Bersabar atas gangguan dalamnya.

وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ -تَعَالَى-: بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ (  وَٱلۡعَصۡرِ  ١ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ  ٢ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ  ٣  ) [الـعصر:1-3]

Dan Dalilnya firman Allah Ta’ala, “Dengan nama Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang  ‘Demi Masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang beriman, mengerjakan amalan-amalan shalih, saling mewasiatkan dalam kebenaran, dan saling mewasiatkan dalam kesabaran.’” (Q.S. al-‘Ashr (103): 1-3).

قَالَ الشَّافِعِيُّ -رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى-: ((لَوْ مَا أَنْزَلَ اللهُ حُجَّةً عَلَى خَلْقِهِ إِلَّا هَذِهِ السُّوْرَةَ لَكَفَتْهُمْ))

Berkata asy-Syafi’iy rahimahullah ta’ala, “Sekiranya Allah tidak menurunkan hujjah atas makhluqnya kecuali surah ini, maka sungguh (surah tersebut) telah cukup bagi mereka (sebagai hujjah).”

وَقَالَ البُخَارِيُّ – رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى -: ((بَابٌ الْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ، وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ –تَعَالَى-:( فَٱعۡلَمۡ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱللَّهُ وَٱسۡتَغۡفِرۡ لِذَنۢبِكَ ١٩ ) [محمّـد:19], فَبَدَأَ بِالْعِلْمِ قَبْلَ القَوْلِ وَالعَمَلِ))

Dan berkata al-Bukhariy rahimahullah ta’ala, “Bab ilmu sebelum berkata dan berbuat, dalilnya firman Allah Ta’ala: ‘Maka berilmulah (ketahuilah) bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan mohon ampunlah atas dosamu.’ (Q.S. Muhammad (47): 19), maka Dia mendahulukan ilmu sebelum berkata dan berbuat.”

***

اِعْلَمْ -رَحِمَكَ اللهُ- أَنَّهُ يَجِبُ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ تَعَلُّمُ هَذِهِ الْمَسَائِلِ الثَّلاثِ, والْعَمَلُ بِهِنَّ

Ketahuilah -semoga Allah merahmatimu- bahwa wajib bagi setiap muslim dan muslimah mempelajari 3 perkara dan mengamalkannya:

الْأُوْلَى: أَنَّ اللهَ خَلَقَنَا, وَرَزَقَنَا, وَلَمْ يَتْرُكْنَا هَمَلًا؛ بَلْ أَرْسَلَ إِلَيْنَا رَسُوْلاً, فَمَنْ أَطَاعَهُ دَخَلَ الجَنَّةَ, وَمَنْ عَصَاهُ دَخَلَ النَّارَ

Pertama: Bahwa Allah yang menciptakan kita, dan memberikan rezki kepada kita, serta tidak meninggalkan kita begitu saja, bahkan mengutus untuk kita Rasul, barang siapa yang menaatinya maka akan masuk surga, dan barangsiapa yang mendurhakainya maka akan masuk neraka.

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ -تَعَالَى-:  ( إِنَّآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَيۡكُمۡ رَسُولٗا شَٰهِدًا عَلَيۡكُمۡ كَمَآ أَرۡسَلۡنَآ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ رَسُولٗا  ١٥ فَعَصَىٰ فِرۡعَوۡنُ ٱلرَّسُولَ فَأَخَذۡنَٰهُ أَخۡذٗا وَبِيلٗا  ١٦  ) [الـمـزّمّـل:15-16]

Dalilnya firman Allah Ta’ala, “Sesungguhnya Kami telah mengutus seorang Rasul (Muhammad) kepada kalian, yang menjadi saksi terhadapmu, sebagaimana Kami telah mengutus seorang Rasul kepada Fir‘aun. Namun Fir‘aun mendurhakai Rasul itu, maka Kami siksa dia dengan siksaan yang berat.” (Q.S. Al-Muzammil (73):15-16).

الثَّانِيَةُ: أَنَّ اللهَ لَا يَرْضَى أَنْ يُشْرَكَ مَعَهُ فِيْ عِبَادَتِهِ أَحَدٌ لَا مَلَكٌ مُقَرَّبٌ وَلَا نَبِيٌّ مُرْسَلٌ

Kedua: Bahwa Allah tidak ridho dipersekutukan sesuatupun bersamanya dalam beribadah kepada-Nya, baik malaikat yang didekatkan maupun Nabi yang diutus.

وَالدَّلِيلُ قَوْلُهُ  -تَعَالَى-: (  وَأَنَّ ٱلۡمَسَٰجِدَ لِلَّهِ فَلَا تَدۡعُواْ مَعَ ٱللَّهِ أَحَدٗا  ١٨) [الجن:18]

Dalilnya firman Allah Ta’ala, “Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kalian menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.”

الثَّالِثَةُ: أَنَّ مَنْ أَطَاعَ الرَّسُوْلَ وَوَحَّدَ اللهَ لَا يَجُوْزُ لَهُ مُوَالَاةُ مَنْ حَادَّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ وَلَوْ كَانَ أَقْرَبَ قَرِيْبٍ

Ketiga: Bahwa barangsiapa yang menaati Rasul dan mentauhidkan Allah, tidak boleh baginya berwala’ (berloyalitas) kepada orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, meskipun keluarga yang paling dekat.

وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ -تعالى-: ( لَّا تَجِدُ قَوۡمٗا يُؤۡمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِ يُوَآدُّونَ مَنۡ حَآدَّ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَوۡ كَانُوٓاْ ءَابَآءَهُمۡ أَوۡ أَبۡنَآءَهُمۡ أَوۡ إِخۡوَٰنَهُمۡ أَوۡ عَشِيرَتَهُمۡۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ ٱلۡإِيمَٰنَ وَأَيَّدَهُم بِرُوحٖ مِّنۡهُۖ وَيُدۡخِلُهُمۡ جَنَّٰتٖ تَجۡرِي مِن تَحۡتِهَا ٱلۡأَنۡهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَاۚ رَضِيَ ٱللَّهُ عَنۡهُمۡ وَرَضُواْ عَنۡهُۚ أُوْلَٰٓئِكَ حِزۡبُ ٱللَّهِۚ أَلَآ إِنَّ حِزۡبَ ٱللَّهِ هُمُ ٱلۡمُفۡلِحُونَ  ٢٢ ) [الـمجادلـة:22]

Dalilnya firman Allah Ta’ala, “Engkau (Muhammad) tidak akan mendapatkan suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapaknya, anaknya, saudaranya atau keluarganya. Mereka itulah orang-orang yang dalam hatinya telah ditanamkan Allah keimanan dan Allah telah menguatkan mereka dengan pertolongan yang datang dari-Nya. Lalu dimasukkan-Nya mereka ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada-Nya. Merekalah golongan Allah. Ingatlah, sesungguhnya golongan Allah itulah yang beruntung.” (Q.S. Al-Mujadilah (58): 22).

***

اِعْلَمْ -أَرْشَدَكَ اللهُ لِطَاعَتِهِ- أَنَّ الْحَنِيْفِيَّةَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيْمَ أَنْ تَعْبُدَ اللهَ وَحْدَهُ مُخْلِصًا لَهُ الدِّيْنَ. وَبِذَلِكَ أَمَرَ اللهُ جَمِيْعَ النَّاسِ وَخَلَقَهُمْ لَهَا

Ketahuilah -semoga Allah membimbingmu dalam mentaati-Nya- bahwa Agama Nabi Ibrahim yang hanif yaitu engkau menyembah Allah semata dengan memurnikan keikhlashan kepada-Nya! Demikian itu adalah apa yang Allah perintahkan kepada semua manusia, dan itulah tujuan Allah  menciptakan mereka.

كَمَا قَالَ تَعَالَى: (  وَمَا خَلَقۡتُ ٱلۡجِنَّ وَٱلۡإِنسَ إِلَّا لِيَعۡبُدُونِ  ٥٦ ) [الذاريات:56]

Sebagaimana firman-Nya Ta’ala, “Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali beribadah kepadaKu.” (Q.S. Adz-Dzariyat (51): 56).

وَمَعْنَى يَعْبُدُونِ: يُوَحِّدُونِ

Dan makna beribadah kepadaKu adalah mentauhidkan (mengesakan)Ku.

وَأَعْظَمُ مَا أَمَرَ اللهُ بِهِ التَّوْحِيْدُ، وَهُوَ إِفْرَادُ اللهِ بِالْعِبَادَةِ

Dan perintah Allah yang paling agung adalah tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam beribadah kepada-Nya.

وَأَعْظَمُ مَا نَهَى عَنْهُ الشِّرْكُ, وَهُوَ دَعْوَةُ غَيْرِهِ مَعَهُ

Dan larangan-Nya yang paling besar adalah syirik, yaitu menyembah selain Allah bersama-Nya.

وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ –تَعَالَى-: ( ۞وَٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ  ٣٦ ) [النساء:36]

Dalilnya firman Allah Ta’ala, “Sembahlah Allah dan jangan berbuat syirik dengan sesuatupun” (Q.S. An-Nisa (4): 36).

فَإِذَا قِيْلَ لَكَ: مَا الأُصُوْلُ الثَّلَاثَةُ الَّتِيْ يَجِبُ عَلَى الْإِنْسَانِ مَعْرِفَتُهَا؟

Jika dikatakan kepadamu, “Apa 3 pondasi utama yang wajib bagi seseorang mengetahuinya?”

فَقُلْ: مَعْرِفَةُ الْعَبْدِ رَبَّهُ، وَدِيْنَهُ, وَنَبِيَّهُ مُحَمَّدًا صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Maka katakanlah, “Seorang hamba mengenal Rabbnya, agamanya, dan Nabinya yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.”

فَإِذَا قِيْلَ لَكَ: مَنْ رَبُّكَ؟

Jika engkau ditanya, “Siapa Rabbmu (Tuhanmu)?”

فَقُلْ: رَبِّيََ اللهُ الَّذِيْ رَبَّانِيْ وَرَبَّى جَمِيْعَ الْعَالَمِيْنَ بِنِعَمِهِ وَهُوَ مَعْبُوْدِيْ لَيْسَ لِيْ مَعْبُوْدٌ سِوَاهُ

Maka katakanlah, “Rabbku adalah Allah yang memeliharaku dan memelihara seluruh alam dengan berbagai nikmat-Nya. Dan Dia Sembahanku, tidak ada sembahan bagiku selain-Nya.”

وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ -تَعَالَى-: ( ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ  ٢ ) [الفاتحة:2]

Dalilnya firman Allah Ta’ala, “Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam.” (Q.S. Al-Fatihah (1):2).

وَكُلُّ مَا سِوَى اللهِ عَالَمٌ وَأَنَا وَاحِدٌ مِنْ ذَلِكَ الْعَالَمِ

Dan segala sesuatu selain Allah adalah alam, dan saya salah satu dari alam tersebut.

فَإِذَا قِيْلَ لَكَ : بِمَ عَرَفْتَ رَبَّكَ؟

Jika engkau ditanya, “Dengan apa engkau mengenal Rabbmu?”

فَقُلْ: بِآيَاتِهِ وَمَخْلُوْقَاتِهِ

Maka katakanlah, “Dengan ayat-ayat (tanda kekuasaannya), dan makhluq-makhluqNya.”

وَمِنْ آيَاتِهِ: اللَّيْلُ, وَالنَّهَارُ, وَالشَّمْسُ, وَالْقَمَرُ

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya: malam, siang, matahari, dan bulan.

وَمِنْ مَخْلُوْقَاتِهِ: السَّمَاوَاتُ السَّبْعُ, وَالأَرَضُوْنَ السَّبْعُ, وَمَنْ فِيهِنَّ, وَمَا بَيْنَهُمَا

Di antara makhluq-makhluqNya: langit yang tujuh, bumi yang tujuh, dan siapa saja yang ada di dalamnya, serta apa saja yang berada di antara keduanya.

وَالدَّلِيلُ

Dan dalilnya:

قَوْلُهُ -تَعَالَى-: ( وَمِنۡ ءَايَٰتِهِ ٱلَّيۡلُ وَٱلنَّهَارُ وَٱلشَّمۡسُ وَٱلۡقَمَرُۚ لَا تَسۡجُدُواْ لِلشَّمۡسِ وَلَا لِلۡقَمَرِ وَٱسۡجُدُواْۤ لِلَّهِۤ ٱلَّذِي خَلَقَهُنَّ إِن كُنتُمۡ إِيَّاهُ تَعۡبُدُونَ ٣٧) [فصّلت:37]

Firman Allah Ta’ala, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya: malam, siang, matahari dan bulan. Janganlah kalian menyembah matahari dan jangan pula bulan, tapi sembahlah Allah yang menciptakan itu semua jika benar-benar hanya kepada Dia kalian menyembah.” (Q.S. Fusshilat (41): 37).

وَقَوْلُهُ -تَعَالَى-: ( إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٖ ثُمَّ ٱسۡتَوَىٰ عَلَى ٱلۡعَرۡشِۖ يُغۡشِي ٱلَّيۡلَ ٱلنَّهَارَ يَطۡلُبُهُۥ حَثِيثٗا وَٱلشَّمۡسَ وَٱلۡقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتِۢ بِأَمۡرِهِۦٓۗ أَلَا لَهُ ٱلۡخَلۡقُ وَٱلۡأَمۡرُۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٥٤ ) [الأعراف:54]

Dan firman Allah Ta’ala, “Sungguh, Rabb kalian Allah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Dia ciptakan) matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah! Segala penciptaan dan urusan menjadi hak-Nya. Mahasuci Allah, Rabb seluruh alam”. (Q.S. Al-A’raf (7):54).

وَالرَّبُ هُوَ الْمَعْبُودُ

Rabb Dialah yang disembah.

وَالدَّلِيْلُ قَوْلُهُ -تَعَالَى-: ( يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱعۡبُدُواْ رَبَّكُمُ ٱلَّذِي خَلَقَكُمۡ وَٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ  ٢١ ٱلَّذِي جَعَلَ لَكُمُ ٱلۡأَرۡضَ فِرَٰشٗا وَٱلسَّمَآءَ بِنَآءٗ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءٗ فَأَخۡرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزۡقٗا لَّكُمۡۖ فَلَا تَجۡعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادٗا وَأَنتُمۡ تَعۡلَمُونَ  ٢٢ ) [البقرة:21-22]

Dalilnya firman Allah Ta’ala, “Wahai manusia! Sembahlah Tuhan kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang yang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. (Dialah) yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagi kalian dan langit sebagai atap, dan Dialah yang menurunkan air (hujan) dari langit, lalu Dia hasilkan dengan (hujan) itu buah-buahan sebagai rezeki untuk kalian. Karena itu janganlah kalian mengadakan tandingan-tandingan bagi Allah, padahal kalian mengetahui.” (Q.S. Al-Baqarah (2):21-22).

قَالَ ابْنُ كَثِيْرٍ -رَحِمَهُ اللهُ تَعَالَى-: ((اَلْخَالِقُ لِهَذِهِ الْأَشْيَاءِ هُوَ الْمُسْتَحِقُّ لِلْعِبَادَةِ))

Berkata Ibnu Katsir rahimahullah ta’ala, “Yang menciptakan semua ini, Dialah yang berhak disembah.”

***

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini