Poin-Poin Seputar Ilmu Syar’i

0
87

Poin-Poin Tentang Ilmu Syar’i

Bismillah

1. Ilmu yang berhak mendapat pujian adalah ilmu syar’i, adapun ilmu selainnya maka tergantung manfaatnya, apakah kebaikan atau keburukan.

2. Islam tegak dengan 2 hal: “penyebaran ilmu dan jihad fisabilillah”, sedangkan ilmu lebih dikedepankan daripada jihad, karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam memulai dengan dakwah ilmu sebelum jihad.

3. Para Nabi ‘alaihimusshalatu wassalam tidaklah mewariskan ilmu kecuali ilmu syar’i bukan selainnya, karena dalam hadits: “kalian lebih tahu  tentang urusan dunia kalian (selain ilmu syar’i)” [HR Muslim].

4  Ilmu syar’i wajib dipelajari, ada yang wajib ‘ain seperti membaca al quran dengan benar, dan ada yang wajib kifayah seperti pengetahuan tentang istilah-istilah dalam ilmu makharijul huruf dan tajwid.

5. “Orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada (azab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabbnya …”(Qs39:9), tentunya mereka melakukan itu berdasarkan ilmu syar’i sebagaimana isyarat lanjutan ayatnya.

6. Ilmu syar’i dengan kebodohan sama halnya perbedaan antara cahaya dan kegelapan, orang hidup dan orang mati, melihat dan buta, mendengar dan tuli, berbicara dan bisu.

7. Orang berilmu syar’i derajatnya meningkat (lihat: Qs58:11), di dunia dengan penghormatan dan rasa suka dari manusia dan di akhirat dengan mendapatkan tingkatan derajat sesuai dengan amalan dan dakwah ilmunya.

8. Hakikat seorang dai ketika dia berdakwah berdasarkan ilmu syar’i, firman Allah Ta’ala: ” Katakanlah “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah di atas ilmu, Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang musyrik” (Qs12:108).

9. Ketika berwudhu, dengan ilmu syar’i, hendaknya seorang muslim ikhlash dan ittiba’, karena Allah Ta’ala yang menyuruh berwudhu (lihat: Qs5:6) dan NabiNya shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberi petunjuk mengenai tatacaranya yang sempurna.

10. Warisan yang masih tetap ada meskipun telah berabad-abad yang lalu adalah warisan para Nabi, barang siapa yang mengambilnya maka dia telah mendapatkan bagian yang banyak dari warisan mereka berupa ilmu syar’i.

11. Ilmu akan abadi meskipun miskin harta, Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu adalah sahabat mulia hidup tak berkecukupan harta, tapi ilmu dan hafalan banyak yang dimiliki sehingga sampai saat ini riwayat-riwayat haditsnya masih saja dinukilkan.

12. Ilmu yang diajarkan akan bermanfaat bagi pengajarnya hingga setelah wafatnya, dalam hadits: “Apabila seseorang meninggal dunia, maka terputuslah segala amalannya kecuali tiga perkara; sedekah jariyah, ilmu yang bermanfa’at darinya dan anak shalih yang selalu mendoakannya.” [HR Muslim]

13. Ilmu yang menjaga anda, tidak butuh gembok atau kotak simpanan dan lainnya untuk menjaganya karena wadahnya ada di dalam hati sehingga anda tetap tenang dari kehilangannya, sedangkan harta sebaliknya.

14. Persaksian terbesar dan termulia adalah pernyataan laa ilaaha illallooh, Allah Ta’ala menggandengkan persaksian agung tersebut dengan persaksiaanNya sendiri, malaikat-malaikatNya, dan orang-orang berilmu yang menegakkan keadilan (lihat: Qs3:18).

15. Ulil Amri (lihat: Qs4:59) adalah ulama (pemilik ilmu) dan umara (pemilik kekuasaan), keduanya mesti ditaati dalam ketaatan kepada Allah Ta’ala, karena ulama yang menjelaskan syari’at Allah Ta’ala, dan umara yang berwenang dalam penegakan syari’at Allah Ta’ala.

16. “Barangsiapa yang Allah inginkan kebaikan maka Dia akan pahamkan agama untuknya” [Muttafaqun ‘alaihi], seseorang tidak akan paham Islam  kecuali dengan belajar ilmu syar’i, yang dengannya Allah Ta’ala akan memberinya kebaikan yang banyak.

17. “Tidak boleh mendengki kecuali terhadap dua hal; (terhadap) seorang yang Allah berikan harta lalu dia pergunakan harta tersebut di jalan kebenaran dan seseorang yang Allah berikan hikmah (ilmu) lalu dia mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain” [Muttafaqun ‘alaihi].

18. Barang siapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan jalan ke surga baginya. [HR Muslim 2699]. Menuntut ilmu syar’i adalah salah satu jalan menuju surga dengan mudah.

19. Ilmu syar’i adalah cahaya, sebagai penerang dalam beribadah kepada Allah Ta’ala dan berinteraksi sesama manusia.

20. “Hanya saja yang takut kepada Allah adalah para ulama. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Maha Pengampun” (Qs35:28). Mereka adalah para Ulama ilmu syar’i, maka dengannyalah seseorang menjadi yang paling takut kepada Rabbnya, bukan ilmu lain.

21. Ahlu ilmu sejati adalah mereka yang paling takut kepada Allah Ta’ala sebagaimana difirmankan olehNya (lihat: QS35:28), bukan mereka yang sombong dan angkuh dari ilmu dimilikinya

22. Ilmu terbagi 3: ada yang terpuji, tercela, dan mubah. Terpuji seperti ilmu al Quran dan hadits, tercela seperti ilmu penyesatan dan kukufuran, mubah seperti ilmu dunia, yang kadang terpuji dan kadang tercela, tergantung pemanfaatannya.

23. “Dan bagaimana engkau akan dapat bersabar atas sesuatu, sedang engkau belum mempunyai ilmu yang cukup tentang hal itu?” (Qs18:68). Semakin tinggi ilmu seseorang semakin mampu mengendalikan kesabarannya.

24. Menuntut ilmu kewajiban bagi setiap muslim, ada wajib ‘ain ada wajib kifayah, seseorang yang memiliki harta banyak wajib ‘ain baginya untuk mempelajari tentang zakat, sedangkan orang yang mengkhususkan diri untuk menuntut ilmu maka dia telah menunaikan wajib kifayah, dan ini merupakan keutamaan besar baginya.

25. Ibnul Qayyim rahimahullah  mengingatkan bahwa zakat ilmu itu 2 macam

1/ Mengajarkannya kepada orang lain

2/ Mengamalkannya, dengannya bertumbuh, menjadi banyak, dan pemiliknya dibukakan pintu-pintu serta pembendaharaan ilmu, karena demikian inilah perdagangannya, sebagaimana harta bertumbuh dengan perdagangan begitupun ilmu.

26. “Tanyakanlah kepada orang yang berilmu, jika kamu tidak mengetahui” (Qs16:43,21:7). Allah Ta’ala menyuruh hamba-hambaNya bertanya kepada orang yang tahu ketika diantara mereka tidak tahu, menunjukkan kemuliaan besar atas rekomendasi langsung dari Allah Ta’ala untuk orang yang berilmu.

27. Seseorang dalam perjalanannya menuntut ilmu harus dimulai dari yang ilmu paling dasar lagi mudah dipahami, dari buku-buku ringkasan, dan dari guru yang bisa memandunya.

28. “Dia (Yakub) menjawab, “Hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku. Dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui” (QS12:86). Setiapkali seseorang bertambah pengetahuaanya tentang Allah maka semakin terminimalisir keluhkesahnya kepada makhluq, dan tidak mengadukannya kecuali kepada Al Khaliq. (Syaikh Attarifi)

29. “Sungguh Kami menundukkan gunung-gunung untuk bertasbih bersama dia (Dawud) pada waktu petang dan pagi, dan juga burung-burung dalam keadaan terkumpul…”(Qs 38:18-19). Dikarenakan keagungan dzikir pagi dan petang sehingga Allah Ta’ala menyebutkan pada waktu tersebut manusia, hewan, dan benda mati bertasbih kepadaNya. (Syaikh At Tharify)

30. Ketika seseorang telah mengetahui mana sunnah dan mana makruh maka hendaknya sunnah dikerjakan dan makruh ditinggalkan, bukan sebaliknya.

Wallahu a’lam

🖋 Sayyid Syadly Lc

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini