Bagaimana Cara Menasihati Orang Yang Mati Hati?

2
97

Cara Menasihati Orang Yang Mati Hati


Pertanyaan :

[Dari Wiwin sumiyati / Sukabumi]

Kita kalau mau nasehatin orang yng udahh hatinya matii selain dengan nasehat atau apalahh..seharusnya dengan Cara apa suapa bisa menghidupkan kembali hati yang sudahh mati

Jawaban :

Bismillah

Cara menasihati dengan penuh hikmah, dan nasihat yang baik. Allah Ta’ala berfirman:

ٱدۡعُ إِلَىٰ سَبِیلِ رَبِّكَ بِٱلۡحِكۡمَةِ وَٱلۡمَوۡعِظَةِ ٱلۡحَسَنَةِ

“Serulah kepada jalan Rabbmu dengan hikmah dan nasihat yang baik” [Qs 16:125].

Perlu diketahui bahwa ada beberapa sebab hati mati, di antaranya:

     1. Maksiat

     2. Banyak Lalai

     3. Teman buruk.

Cara menghidupkannya dengan:

1. Meninggalkan maksiat, karena orang yang mengerjakan maksiat sebenarnya telah menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dengannya Allah Ta’ala tutup hatinya. Allah Ta’ala berfirman,

أَفَرَءَیۡتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَـٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡم وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ وَقَلۡبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَـٰوَة فَمَن یَهۡدِیهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

“Pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat?) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?” [Qs 45:23]

2. Menggunakan waktu sebaik-baiknya dalam kebaikan, jangan ada lagi kata lalai. Allah Ta’ala berfirman,

وَمَنۡ أَعۡرَضَ عَن ذِكۡرِی فَإِنَّ لَهُۥ مَعِیشَة ضَنكا وَنَحۡشُرُهُۥ یَوۡمَ ٱلۡقِیَـٰمَةِ أَعۡمَىٰ

“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” [Qs 20:124].

Perbanyak ingat Allah Ta’ala dengan berdzikir, mengerjakan perintah- perintahNya dan menjauhi larangan- laranganNya, dengannya hati menjadi tenang, Allah Ta’ala berfirman,

ٱلَّذِینَ ءَامَنُوا۟ وَتَطۡمَىِٕنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَىِٕنُّ ٱلۡقُلُوبُ

“Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram”. [Qs 13:28].

3. Mengganti teman buruk dengan mencari teman baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

قَالَ الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ

“Seorang laki-laki itu bergantung dengan agama teman gaulnya, maka hendaklah salah seorang melihat siapa yang menjadi teman gaulnya.” [HR Abu Daud 4193, At Tirmidzi 2300, Hadits Hasan].

Kesimpulannya:

Nasihati orang lain dengan penuh hikmah dan nasihat yang baik agar meninggalkan maksiat, mempergunakan waktu dalam kebaikan, dan berteman dengan orang-orang baik, demikian itu menghidupkan kembali hati yang mati biidznillah.

Wallahu a’lam

🖋 Sayyid Syadly Lc

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini